Cari Peluang Usaha

Memuat...

13.1.11

Permintaan produk Organik meningkat, menaikan bisnis Pupuk NPK Organik Granul

Pertumbuhan permintaan pertanian organik dunia mencapai 15-20% pertahun dengan pangsa pasar mencapai sekitar US$ 100 juta. Namun pangsa pasar yang mampu dipenuhi hanya berkisar antara 0,5-2% dari keseluruhan produk pertanian. Meski di Eropa penambahan luas areal pertanian organik terus meningkat dari rata-rata dibawah 1% (dari total lahan pertanian) tahun 1987, menjadi 2-7% di tahun 1997 (tertinggi di Austria mencapai 10,12%), namun tetap saja belum mampu memenuhi pesatnya permintaan (Jolly, 2000).

Perkembangan permintaan terhadap produk organik yang terus meningkat telah menaikan pasar dan bisnis aneka bahan pupuk organik baik bentuk curah (serbuk) seperti kompos padat, pupuk kandang, pupuk organik cair. Dan, atas pertimbangan kemudahan dalam aplikasi pemupukan, kini aneka sumber nutrisi organik serbuk seperti kompos itu lalu dibentuk granul. Pupuk NPK organik bentuk granul dibuat dari aneka bahan baku meliputi semua material organik dalam bentuk kompos, kotoran hewan ternak, abu janjang sawit, batubara muda (lignite), posfat guano, material tambang ( zeolit, dolomit) dan bahan pengkayaan hara (enrichment) lainnya seperti mikroba pelarut posfat dan pengikat Nitrogen.       
 
Bentuk granul, butiran seperti kacang hijau, dengan ukuran hingga bentuk kacang kedelai, ukuran 2 mm sampai 4 mm, juga memungkinkan bagi penambahan unsur hara organik lain. Sumber Kalium (K2O) dari abu janjang sawit, P2O5 dari phosphates alam, Carbon organik guna meningkatkan rasio C/ N dari lignit atau batubara muda serta zat pengatur tumbuh ( ZPT), senyawa dan asam amino serta mikroba pelarut sering ditambahkan para produsen pupuk organik granul. Namun, setiap produsen dan merk memiliki ramuan berbeda antara satu dengan lainnya, karena komposisi dan tingkat mutu sangat disesuaikan dengan segmen pasar maupun target pasar yang dibidiknya. Pupuk Organik granul (POG) memilki kekerasan tertentu dengan kandungan lengkap NPK dan senyawa serta asam amino, tergantung bahan baku yang digunakan.

Dalam mendukung peningkatan kualitas pupuk organik, salah satunya, bisa ditempuh dengan langkah awal melakukan penyediaan alat mesin yang memenuhi standar. Bagi kepentingan penyajian pupuk organik kompos serbuk padat dan pupuk organik cair, investasi dilakukan hanya dengan membentuk Instalasi Produksi Kompos (IPKK). Dari tiap 3 m3 sampah maupun limbah organik, diolah dalam tabung berputar (rotary kiln) selama 5 hari masa penguraian (dekomposisi) akan menghasilkan 40 % kompos padat dan 0,1 % pupuk cair atau setara dengan  400 kg kompos padat dan 20 botol @ 500 ml. Sehingga, apabila target penguraian per hari 3 m3 limbah, diperlukan 5 unit rotary kiln membentuk Instalasi Produksi Kompos (IPKK) tersebut, ditambah dengan 1 unit penunjang berupa mesin pencacah sampah (MPO) dan mesin pengayak (MPP).

Sementara bagi tujuan pembuatan pupuk organik bentuk granul, disamping mesin pembuat kompos IPKK bagi jaminan penyediaan bahan baku utama berupa kompos diatas, diperlukan investasi lebih mahal dalam bentuk instalasi mesin pupuk organik granul (POG). Pupuk organik berkualitas, antara lain dicirikan oleh bebasnya dari material sampah terbawa (logam, kaca, dll) maupun mikroba patogen, yang dalam praktek sering terjadi dalam pupuk organik beredar merugikan petani pengguna. Memastikan bahan baku utama, hanya kompos baik dijadikan bahan baku, adalah dengan menyediakan alat mesin rotary kiln, membentuk instalasi produksi kompos (IPKK). Mengandalkan kepada supplier kompos, yang seringkali belum memilki jaminan kualitas, hanya mengayak tanah TPA, akan sangat beresiko pada hasil pupuk organik granul (POG). Padahal, kualitas pupuk akan menjadi promosi yang baik pula bagi meluasnya penggunaan oleh para petani, sehingga menarik minat petani lain menggunakannnya.


Penggunaan organik granul, dengan kandungan NPK dalam batas tertentu sesuai sifat bahan organik akan memiliki kandungan nutrisi terbatas, organik granul diketahui memiliki kandungan lain yang sangat penting bagi tanaman. Dalam pupuk NPK organik Granul terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Dengan sifat dan karakternya tersebut, pupuk NPK organik granul berkemampuan menjadi generator mikrobial di dalam tanah, memberi supply nutrisi bagi tanaman dan dengan itu akan mengurangi dosis pupuk kimia. Bahkan bagi tanaman semusim, sayuran dan padi palawija, aplikasi pupuk organik dapat menggantikan 100 % semua jenis pupuk kimia (anorganik). Namun bagi tanaman keras atau tanaman tahunan, sangat diperlukan bagi perimbangan kandungan organik untuk menghasilkan tanaman perkebunan penghasil pangan ( kopi, kakao, lada, sawit) yang sehat menyehatkan. Kombinasi pupuk anorganik, seperti bentuk tablet, dengan pupuk NPK Organik granul, akan menaikan efektivitas pemupukan perkebunan. 

Beberapa pedoman dosis aplikasi pupuk NPK Organik Granul pada beberapa tanaman dibawah ini disajikan berdasar hitungan kebutuhan hara bagi konversi tanah kebun menuju pertanian organik per jenis tanaman. Dosis pupuk NPK organik Granul dalam aplikasi ini akan berkemampuan mengurangi penggunaan pupuk kimia, dalam hal ini dosis pupuk tablet, hingga 50 %, baik dari sumbangan peranan atas nutrisi yang dikandungnya maupun atas dasar kemampuan pupuk NPK organik granul dalam menumbuhkan mikrobial tanah.
Tanaman
Aplikasi
Kelapa Sawit
10 kg/ Ha
1.500 kg/ Ha
2 x / tahun, disaat awal musim hujan atau akhir musim hujan
Karet
1,5 kg/ pohon
750 kg/ Ha
2 x / tahun, disaat awal musim hujan atau akhir musim hujan
Tanaman Keras (Buahan) meliputi : Durian, rambutan, pisang, nangka, salak,apel, jeruk, mangga
2 kg/ pohon
Tergantung jarak tanam atau populasi per Ha
2 x / tahun, disaat awal musim hujan atau akhir musim hujan
Tanaman penghasil minyak/ atsiri Cengkeh, Nilam
10 kg/pohon
Tergantung jarak tanam atau populasi per Ha
2 x / tahun, disaat awal musim hujan atau akhir musim hujan
Kopi
2 kg/ pohon
1.000 kg/ Ha
2 x / tahun, disaat awal musim hujan atau akhir musim hujan
Kakao
1,5 kg/ pohon
1500 kg/ Ha
2 x / tahun, disaat awal musim hujan atau akhir musim hujan
Padi/ Palawija ( kacang tanah, jagung, kedelai)
500 kg/ Ha
500 kg/ Ha
Disaat awal tanam
Sayuran Biji/ Buah ( cabai, terong, ketimun, lobak)
750 kg/Ha/musim

Disaat awal tanam
Sayuran Umbi ( bawang, wortel, bit, kentang dan sejenisnya
1.500 kg/ Ha

Disaat awal tanam
Sayuran Daun ( bawang daun, sawi, kol, bloomkol, dan sejenisnya.
750 kg/ Ha

Disaat awal tanam

Selanjutnya,
Pupuk Kebun ( Memadu Organik dan Anorganik): Konversi Kebun menuju Pertanian Organik dengan Pupuk NPK Organik Granul

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan gabung diskusi.......

Peluang Bisnis menarik

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Peluang Usaha

Loading...

Video Peluang Usaha

Loading...